Kedokteran & Profesi Dokter

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 27 September 2014 , oleh EditorFKUB , pada kategori Berita

Semakin maraknya peredaran dan banyaknya pecandu narkoba di kalangan pemuda dan remaja di Indonesia saat ini, disinyalir jaringan ini juga mulai masuk kedunia pendidikan terlebih perguruan tinggi. Oleh karena itu dalam rangka menyambut mahasiswa baru angkatan 2014/2015 diperlukan suatu pemahaman dan pendekatan tentang bahaya narkoba dan etika, serta perilaku yang disampaikan dalam bentuk materi yang mudah untuk dipahami.
Dalam rangka memberikan sosialisasi dan memerangi peredaran dan bahaya Narkoba di kampus, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan pandangan serta mengantisipasi  para mahasiswa barunya agar memahami dan memproteksi diri agar tidak masuk didalamnya.
FK yang selalu memberikan pandangan awal kehidupan kampus bagi mahasiswa barunya kali ini menyampaikan secara berbeda yakni dalam bentuk kuliah perdana dan tampilan atraktif  yang disampaikan oleh Brigjen. Pol. dr. Victor Pudjiaji, SpB, FICS, DSM,  pada Senin (8/9) lalu.
dr. Victor menyampaikan tentang bahaya narkoba dan efek samping narkoba bagi para pemakainya. Ia memberikan gambaran dan video  tentang bahaya narkoba dan penyakit yang menyertai penggunanya dalam bentuk edutainment sehingga membuat para maba yang mengikuti kuliah perdananya merasa tidak bosan.
Direktur Advikasi BNN ini tampil atraktif dengan melakukan beberapa aksi sulap dan beberapa aksinya membuat decak kagum dan ngeri para maba FK. Akan tetapi semua yang dilakukan oleh dr. Victor aman dengan bantuan beberapa crewnya.
Sementara itu, Dekan FKUB Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA berpesan agara para mahasiswa/I selama menjalani pendidikan maupun setelah lepas dari FKUB nantinya tetap menjaga perilaku dan etika.
Menurutnya hal ini penting dikarenakan etika merupakan modal dasar yang harus dimiliki dari para calon tenaga kesehatan. Di era yang saat ini para masyarakat semakin kritis terhadap pelayanan terutama pelayanan di bidang kesehatan, ungkap spesialis Patologi Anatomi ini.(Humas FKUB – An4nk)